• Kegiatan
    Kegiatan
    Mengetahui kegiatan apa saja yang terdapat dibulan ini, bulan depan atau hari ini.
    Today
    Akan Datang
    Bulan Berikutnya
  • Twitter
    Twitter
    Mengikuti Blog ini untuk mendapatkan artikel menarik dan informatif terbaru yang kami kirim melalui blog ini
  • Facebook
    Facebook
    Menyukai Blog ini pada halaman penggemar diFacebook sebagai memperluas jaringan anda
  • Buletin
    Buletin
    Mengirimkan pesan atau sekedar salam yang langsung tampil tanpa registrasi.

ShareThis

Berbagi

  • Aplikasi
    Aplikasi
    Aplikasi yang mungkin menarik untuk dicoba.
    Aplikasi
    Dibuat dengan Javascript. Simpel, mudah dan bisa berbagi.
    Belum ada satu aplikasi pun yang tersedia
  • Curhat
  • Dewasa
  • Inspiratif
  • Grafis
  • Pemprograman
  • Ponsel
  • Islami
  • Kesehatan
  • Musik
  • Teknologi
  • Umum
  • Ganti jenis huruf
  • Ganti ukuran huruf
  • Ganti bahasa

Ibu Narsis, Sang Diktator Pengontrol Anak

Jakarta, Tidak ada menyangkal bahwa ibu berperan penting dalam membesarkan anak. Tapi ada beberapa ibu yang punya sifat narsis yang justru menyulitkan anaknya walaupun kadang ibu itu cerdas. Apa saja ciri-ciri ibu narsis?

Sifatnya narsis disini bukan berarti senang berfoto-foto atau menaruh foto di jejaring media sosial. Tapi sifat narsis yang ingin menguasai dan mengontrol anaknya.

Setiap orang ingin eksis di lingkungannya, tapi sifat narsis disini lebih dari sekedar ingin eksis dengan mempusatkan semua hal pada dirinya menjadi cinta diri yang berlebihan dan sombong. Sifat narsis dalam ilmu psikologi dimasukkan dalam gangguan kepribadian atau Narcissistic Personality Disorder.


Ibu yang narsis menunjukkan superioritas pada anaknya, selalu ingin anaknya mengikuti kemauannya, ingin anaknya mengembalikan kasih sayang yang sudah diberikannya dengan pamrih.

Seorang ibu yang narsistik percaya bahwa dirinya berhak untuk semua cinta dan kasih sayang yang sudah diberikan sehingga kadang-kadang harus bersaing dengan anak sendiri dari perhatian pasangannya atau keluarga.

Ibu yang narsis tanpa sadar telah membuat kekacauan dalam kehidupan anaknya. Ketika anaknya masih kecil, si anak tidak akan tahu sifat narsis ibunya. Baru ketika anaknya dewasa dia akan mulai bertanya apakah cara ibunya membesarkan anaknya masuk akal atau tidak.

Dilansir dari mental-health, Kamis (28/10/2010) memiliki anak bagi ibu adalah mengasihi tanpa syarat bukan pamrih. Tapi yang terjadi pada ibu narsis adalah anak dijadikan cermin untuk keinginannya dan mengendalikannya.

Ibu yang narsis lupa bahwa sejak anak berumur 2 tahun anak sudah mengembangkan kepribadian individunya. Orangtua seharusnya mulai menumbuhkan pada anak sikap mandiri, percaya diri, bebas berpikir dan mengekspresikan diri. Tapi bagi ibu narsis setiap tingkah anak yang tidak sesuai dengan kehendaknya adalah pengkhianatan.

Ibu yang narsis akan melimpahi dan terlalu melindungi anak-anak dengan berkedok merawatnya. Ini semua berfungsi untuk menjaga anak-anaknya di bawah kendali selama mungkin.

Ibu narsis melatih anak-anaknya untuk percaya bahwa ia adalah ibu yang ideal. Sampai-sampai masalah baju, gaya hidup hingga pasangan harus selalu mengikuti kemauan ibunya.

Ciri-ciri ibu narsis menurut mentalhealth adalah:

1. Tidak bisa dibantah
Ibu akan memberitahukan ke anaknya bahwa anaknya lebih baik mengikuti sarannya karena ia lebih berpengalaman meskipun sering yang dikatakannya keliru. Ibu narsis tidak suka jika anak-anaknya menentangnya.

2. Anak adalah perpanjangan dari dirinya
Semua properti baik mainan, baju, kontrol hidup, hobi atau makanan, sekolah harus persetujuan ibu. Anak harus mengikuti kehendaknya meskipun anaknya tidak suka.

3. Punya anak emas dan anak kambing hitam
Anak emas biasanya anak yang selalu mengikuti apa maunya dan anak emas boleh berbuat salah. Sedangkan anak yang selalu dijadikan kambing hitam adalah anak yang dimatanya selalu salah perbuatannya. Kondisi ini kadang-kadang membuat perpecahan dalam keluarga. 

4. Merongrong anak
Setiap prestasi dan kesuksesan anak menurutnya adalah berkat andilnya sehingga anak harus bisa menyenangkan hatinya.

5. Harus menjadi pusat perhatian setiap saat
Ibu narsis akan terluka jika anak-anaknya tidak mau bercerita kepadanya atau lebih suka cerita ke orang lain. Ibu narsis ingin dia menjadi orang pertama dalam kehidupan anak-anaknya.

Pada ibu-ibu yang sudah tua kadang memanipulasi kondisi kesehatannya dengan membiarkan dirinya sakit agar diperhatikan anaknya.

6. Sangat sensitif terhadap kritik apapun
Jika anak mengkritik atau menentang dia akan meledak, mengancam, marah bahkan bisa nekat melakukan kekerasan fisik.

7. Tingkahnya kekanak-kanakan
Ibu narsis akan menangis jika anak tidak mencintainya karena jika mencintainya anak akan melakukan apa yang dia inginkan. Jika anak menyakiti perasaannya dia akan agresif dan mengatakan anaknya akan menyesal saat dia sudah mati karena tidak memperlakukannya dengan baik.

8. Tidak pernah salah tentang apa pun
Tidak peduli apa yang dia lakukan, dia tidak akan pernah minta maaf untuk apa pun. Sebaliknya, setiap kali dalam kondisi harus meminta maaf ia akan merajuk dan cemberut.

9. Memutuskan hubungan dengan anak
Saat anaknya dewasa ibu narsis kerap berkonflik dengan anak-anaknya dan sering mengancam memutuskan hubungan dengan anak

Info

Judul : Ibu Narsis, Sang Diktator Pengontrol Anak
Oleh : Rizkon Halali
Pada : Minggu, April 03, 2011
Label :
komentar : 0 komentar

Suka

Berbagi

Artikel terkait

All rights reserved. Rizkonisme inc. © 2010
  • Beranda
  • Obrolan
    Obrolan
    Obrolan
    Memulai percakapan dengan admin atau mengirim pesan singkat pribadi.
  • Waktu
    Waktu
    Melihat waktu kunjungan anda ke website ini lengkap, mulai dari tanggal hingga Animasi letak matahari berdasarkan waktu kunjungan.
  • Penggulung Halaman
    Penggulung Halaman
    Merubah kordinat tampilan halaman agar anda lebih mudah tanpa harus memurat Scroll Mouse, dilengkapi denagan Fitur Otomatis.