• Kegiatan
    Kegiatan
    Mengetahui kegiatan apa saja yang terdapat dibulan ini, bulan depan atau hari ini.
    Today
    Akan Datang
    Bulan Berikutnya
  • Twitter
    Twitter
    Mengikuti Blog ini untuk mendapatkan artikel menarik dan informatif terbaru yang kami kirim melalui blog ini
  • Facebook
    Facebook
    Menyukai Blog ini pada halaman penggemar diFacebook sebagai memperluas jaringan anda
  • Buletin
    Buletin
    Mengirimkan pesan atau sekedar salam yang langsung tampil tanpa registrasi.

ShareThis

Berbagi

  • Aplikasi
    Aplikasi
    Aplikasi yang mungkin menarik untuk dicoba.
    Aplikasi
    Dibuat dengan Javascript. Simpel, mudah dan bisa berbagi.
    Belum ada satu aplikasi pun yang tersedia
  • Curhat
  • Dewasa
  • Inspiratif
  • Grafis
  • Pemprograman
  • Ponsel
  • Islami
  • Kesehatan
  • Musik
  • Teknologi
  • Umum
  • Ganti jenis huruf
  • Ganti ukuran huruf
  • Ganti bahasa

Hari Maritim Nasional

Organisasi Maritim Internasional (Bahasa Inggris:International Maritime Organization atau IMO (dulunya dikenal sebagai Inter-Governmental Maritime Consultative Organization atau IMCO)), didirikan pada tahun 1948 melalui PBB untuk mengkoordinasikan keselamatan maritim internasional dan pelaksanaannya. Walaupun telah didirikan sepuluh tahun sebelumnya, IMO baru bisa berfungsi secara penuh pada tahun 1958. Dengan berpusat di London, Inggris, IMO mempromosikan kerja-sama antar-pemerintah dan antar-industri pelayaran untuk meningkatkan keselamatan maritim dan untuk mencegah polusi air laut.

IMO dijalankan oleh sebuah majelis dan dibiayai oleh sebuah dewan yang beranggotakan badan-badan yang tergabung di dalam majelis tadi. Dalam melaksanakan tugasnya, IMO memiliki lima komite. Kelima komite ini dibantu oleh beberapa sub-komite teknis. Organisasi-organisasi anggota PBB boleh meninjau cara kerja IMO. Status peninjau (observer) bisa diberikan juga kepada LSM yang memenuhi syarat tertentu.

IMO didukung oleh sebuah kantor sekretariat yang para pegawainya adalah wakil-wakil dari para anggota IMO sendiri. Sekretariat terdiri atas seorang Sekretaris Jendral yang secara berkala dipilih oleh Majelis, dan berbagai divisi termasuk Inter-Alia, Keselamatan Laut (Marine Safety), Perlindungan Lingkungan dan sebuah seksi Konferensi.
Sejarah

Konsep IMO muncul setelah bencana kapal Titanic. Berdasarkan standar modern, rancangan Titanic membuatnya sangat rapuh. Sekat-sekat kedap airnya tidak dipasang hingga atas lambung kapal karena para insinyur perancangnya menghitung bahwa air laut tidak akan mampu masuk ke atas kapal apabila kapal bermuatan wajar. Ketika Titanic menabrak gunung es, perhitungan ini terbukti sangat salah. Dan ketika para penumpang mulai meninggalkan kapal, terlihat jelas bahwa sekoci-sekoci penyelamat tidak cukup tersedia. Alhasil, banyak nyawa dan materi hilang dalam tragedi ini.

Pada saat itu, setiap negara memiliki peratuuran sendiri mengenai standar rancangan kapal, konstruksi dan peralatan keselamatannya. Inter-Governmental Maritime Consultative Organization (IMCO) dibentuk sebagai jawaban atas tragedi Titanic, tapi tertunda perwujudannya ketika Perang Dunia I meletus. Ketika perang berakhir, IMCO dihidupkan kembali dan menghasilkan sekumpulan peraturan mengenai pembangunan kapal dan keselamatannya yang disebut Safety Of Life At Sea (SOLAS) atau Keselamatan Jiwa di Laut. Setiap tahun, SOLAS terus dimodifikasi dan dimodernisasi untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan peristiwa-peristiwa baru di laut.

IMCO pada akhirnya berubah menjadi IMO. IMO secara berkala membuat peraturan (seperti International Regulations for Preventing Collisions at Sea atau Peraturan Internasional untuk Menghindari Tabrakan di Laut) yang didukung oleh badan-badan klasifikasi dan surveyor maritim untuk memastikan ketaatan setiap kapal terhadap peraturan yang berlaku. Port State Control authority (atau Otorita Pengawas Pelabuhan Negara) didirikan untuk memberikan kekuasaan kepada penjaga pantai (Amerika Serikat: US Coast Guard, Indonesia: KPLP [Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai]) untuk menginspeksi kapal-kapal berbendera asing yang masuk ke pelabuhan-pelabuhan negara tersebut. Sebuah Memorandum of Understanding (Protokol) telah ditanda-tangani oleh beberapa negara untuk menyatukan prosedur Port State Control di antara negara-negara tersebut.

Info

Judul : Hari Maritim Nasional
Oleh : Rizkon Halali
Pada : Selasa, Februari 22, 2011
Label :
komentar : 0 komentar

Suka

Berbagi

Artikel terkait

All rights reserved. Rizkonisme inc. © 2010
  • Beranda
  • Obrolan
    Obrolan
    Obrolan
    Memulai percakapan dengan admin atau mengirim pesan singkat pribadi.
  • Waktu
    Waktu
    Melihat waktu kunjungan anda ke website ini lengkap, mulai dari tanggal hingga Animasi letak matahari berdasarkan waktu kunjungan.
  • Penggulung Halaman
    Penggulung Halaman
    Merubah kordinat tampilan halaman agar anda lebih mudah tanpa harus memurat Scroll Mouse, dilengkapi denagan Fitur Otomatis.