• Kegiatan
    Kegiatan
    Mengetahui kegiatan apa saja yang terdapat dibulan ini, bulan depan atau hari ini.
    Today
    Akan Datang
    Bulan Berikutnya
  • Twitter
    Twitter
    Mengikuti Blog ini untuk mendapatkan artikel menarik dan informatif terbaru yang kami kirim melalui blog ini
  • Facebook
    Facebook
    Menyukai Blog ini pada halaman penggemar diFacebook sebagai memperluas jaringan anda
  • Buletin
    Buletin
    Mengirimkan pesan atau sekedar salam yang langsung tampil tanpa registrasi.

ShareThis

Berbagi

  • Aplikasi
    Aplikasi
    Aplikasi yang mungkin menarik untuk dicoba.
    Aplikasi
    Dibuat dengan Javascript. Simpel, mudah dan bisa berbagi.
    Belum ada satu aplikasi pun yang tersedia
  • Curhat
  • Dewasa
  • Inspiratif
  • Grafis
  • Pemprograman
  • Ponsel
  • Islami
  • Kesehatan
  • Musik
  • Teknologi
  • Umum
  • Ganti jenis huruf
  • Ganti ukuran huruf
  • Ganti bahasa

Hari Komando Strategis Angkatan Darat

PROFILE KOSTRAD

Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (KOSTRAD) yang semula dilahirkan dengan nama Korps Tentara Ke-1 / Cadangan Umum Angakatan Darat ( KORRA I / CADUAD) pada 44 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 6 Maret 1961 dengan segala keterbatasannya namun telah mampu turut serta menentukan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, kini telah tumbuh dan berkembang menjadi satuan Pemukul Strategis yang dihandalkan dalam jajaran TNI serta siap menjaga dan mempertahankan integritas bangsa dan negara Indonesia yang bersendikan Pancasila dan UUD-1945.

Kostrad dilahirkan dalam situasi dimana bangsa Indonesia sedang memperjuangkan kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi Republik Indonesia. Korra I / Caduad lahir dengan surat keputusan Men/Pangad Nomor : Mk / KPTS 54 / 3 / 1961 tanggal 6 Maret 1961. Korra I / Caduad merupakan wujud nyata dari rencana dan harapan pimpinan TNI / TNI-AD dalam upaya membentuk Satuan Cadangan Strategis TNI / TNI-AD yang bersifat mobile dan memiliki kemampuan operasional lintas udara serta sewaktu-waktu siap ditugaskan ke seluruh Wilayah nusantara dalam rangka menjaga dan menjamin pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kekuatan inti Korra l / Caduad pada waktu itu terdiri dari Divisi infanteri-1 Korra I / Caduad dibawah pimpinan Brigadir Jenderal TNI Soeharto mendapat kepercayaan dari pimpinan TNI / TNI Angkatan Darat sebagai kekuatan inti Komando Mandala dalam tugas operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat.

Pada saat mendapat perintah untuk melaksanakun operasi Trikora, kekuatan Korra l / Caduad baru mencapai sekitar 60% dari kekuatan yang ditentukan, namun keadaan tersebut tidak menjadi hambatan yang berarti dalam melaksanakan tugas. Setiap prajurit Korra l / Caduad merasa mendapat kehormatan untuk melaksanakan tugas operasi Trikora. Panglima Korra l/Caduad ditetapkan oleh Pimpinan TNI / TNI-AD, sebagai Panglima Mandala merangkap Panglima Angkatan Darat Mandala ( ADLA ). Tugas ADLA dalam operasi Trikora antara lain mengembangkan pasukan dan pangkalan, mempertahankan Kawasan Darat serta menghadapi penyerahan Irian Barat secara damai. Disamping itu bertugas pula melaksanakan infiltrasi dan exploitasi serta membantu pengembangan pangkalan angkatan lain seperti menyiapkan dan memperbaiki landasan pesawat terbang di Kendari, Amahae dan Letfuan.

Seiring dengan kegiatan-kegiatan penyiapan penyerbuan umum ke daratan Irian Barat, kegiatan dalam bidang diplomasi politik terus ditingkatkan. Upayu-upaya tersebut memaksa Belanda menuju meja perundingan di PBB, Tekad para prajurit TNI yang pantang mundur dan didukung semangat bangsa Indonesia yang tangguh dalam melaksanakan perjuangan, Trikora memberi pengaruh besar terhadap jalannya perundingan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda di PBB, yang akhirnya menghasilkan persetujuan          " Usul Bunker " dimana pemerintah Belanda harus menyerahkan kekuasaan atas wilayah Irian Barat kepada UNTEA dan selanjutnya kepada Pemerintah Indonesia. Karena perundingan berhasil maka operasi Trikora secara resmi dibatalkan pada tanggal 29 Agustus 1962, namun Divisi-2 Korra l / Caduad tetap berada di sekitar Gorontalo untuk menghadapi berbagai kemungkinan apabila Belanda melahggar perjanjian seperti yang pernah dialami pada perjanjian Linggarjati, Renville dan KMB dan pasukan yang lain dikembalikan kepada induk pasukannya masing-masing.

TUGAS  KOSTRAD
MEMBINA KESIAPAN OPERASIONAL SEGENAP JAJARAN KOMANDONYA DAN MENYELENGGARAKAN OPERASI PERTAHANAN TINGKAT STRATEGIS SESUAI DENGAN KEBIJAKSANAAN PANGLIMA TNI.

TUGAS POKOK KOSTRAD
1.  MENEGAKKAN KEDAULATAN NEGARA.
2.  MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN WILAYAH NKRI YANG BERJUMLAH LEBIH
     DARI  17  RIBU PULAU.
3.  MELINDUNGI SEGENAP BANGSA INDONESIA DARI ANCAMAN DAN
     GANGGUAN TERHADAP KEUTUHAN BANGSA DAN NEGARA. 

Info

Judul : Hari Komando Strategis Angkatan Darat
Oleh : Rizkon Halali
Pada : Rabu, Februari 09, 2011
Label :
komentar : 0 komentar

Suka

Berbagi

Artikel terkait

All rights reserved. Rizkonisme inc. © 2010
  • Beranda
  • Obrolan
    Obrolan
    Obrolan
    Memulai percakapan dengan admin atau mengirim pesan singkat pribadi.
  • Waktu
    Waktu
    Melihat waktu kunjungan anda ke website ini lengkap, mulai dari tanggal hingga Animasi letak matahari berdasarkan waktu kunjungan.
  • Penggulung Halaman
    Penggulung Halaman
    Merubah kordinat tampilan halaman agar anda lebih mudah tanpa harus memurat Scroll Mouse, dilengkapi denagan Fitur Otomatis.