Zikir kepada Allah dan membaca tasbih di waktu malam merupakan santapan rohani dan bekal bagi ruh serta hati. Orang yang telah merasakannya akan lebih prihatin dalam melakukannya. Kita semua pernah melakukan dosa dan kita sememangnya tidak sempurna dalam melakukan kewajipan. Justru sangat wajar kita mengetuk pintu Allah di penghujung malam untuk meminta pengampunan dan rahmatNya sebab di waktu itu doa sangat makbul. Alangkah tepatnya bila orang-orang yang disakiti, ditimpa gangguan dan menghadapi perancangan musuh itu memohon bantuan taqdir diwaktu sahur.
Kemesraan dan kenikmatan jiwa saat melakukan Qiamullail dan munajat dapat melupakan kepenatan badan dan keletihan kaki. Rasulullah S.A.W melakukan Qiamullail dan memanjangkan masa berdiri hingga kakinya yang mulia bengkak, namun ia tidak merasa sakit kerana tenggelam dengan kemesraan menghampirkan diri kepada Allah. Sebahgian orang soleh berkata: Tiada satu waktu di dunia yang menyamai kenikmatan akhirat kecuali waktu yang dilalui oleh ahli tahajjud yang merasakan kelazatan munajat.”
Marilah kita sama-sama berusaha untuk menikmati kelazatan tersebut ….!


Posting Komentar